Informasi Umum

Indonesia merupakan salah satu anggota pendiri Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) pada tahun 1989. APEC merupakan forum kerja sama ekonomi di Kawasan Asia Pasifik dengan 21 Anggota yang disebut juga Ekonomi APEC yaitu Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Chili, Republik Rakyat China, Hong Kong-China, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Filipina, Peru, Papua Nugini, Rusia, Singapore, Chinese Taipei, Thailand, Amerika Serikat, dan Vietnam.

Proyek merupakan bagian penting dari proses APEC. Proyek-proyek ini membantu menerjemahkan arah kebijakan para Pemimpin APEC menjadi tindakan nyata dan menghasilkan manfaat bagi masyarakat di kawasan Asia-Pasifik.

Presiden Prabowo pada APEC 2025

Setiap tahunnya, APEC menyediakan pendanaan lebih dari USD 30 juta atau 450 miliar rupiah setiap tahunnya untuk pengembangan kapasitas melalui Proyek APEC. Dana APEC tersebut digunakan untuk mendanai lebih dari 100 proyek dengan jumlah pendanaan masing-masing proyek sekitar USD 100 ribu. Untuk mendapatkan pendanaan tersebut, Anggota APEC harus menyusun concept note (proposal awal) untuk setiap proyek yang diajukan.

Proyek-proyek tersebut biasanya mencakup berbagai pelatihan peningkatan kapasitas, simposium, publikasi, dan penelitian. Seluruh 21 Anggota APEC yang disebut juga Ekonomi APEC dapat berpartisipasi dalam proyek-proyek ini. Selain keterlibatan lembaga pemerintah, lembaga non pemerintah juga didorong untuk ikut andil dalam Proyek APEC.